Arema FC bentuk divisi khusus pasca lolos ‘club licensing’

Malang, Jawa Timur – Manajemen Arema FC bersiap membentuk divisi khusus pasca dinyatakan lolos club licensing PSSI kemudian AFC untuk periode 2024/2025.
"Pembentukan divisi khusus ini adalah langkah proaktif kami untuk menjamin Arema FC tak hanya sekali lolos club licensing setiap tahunnya, tetapi juga terus berprogres berubah menjadi klub yang digunakan profesional lalu berdaya saing tinggi," kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi ke Pusat Kota Malang, Jawa Timur, pada Rabu.
Divisi khusus itu akan melakukan pengawasan juga mengevaluasi lima aspek penilaian di club licensing secara berkelanjutan, yakni pembinaan usia muda, infrastruktur, personel dan juga administrasi, legal, dan juga finansial.
Dia mengakui proses club licensing masih menyisakan beberapa catatan yang penting diperhatikan kemudian diperbaiki oleh manajemen, salah satunya persyaratan lisensi kepelatihan untuk pembimbing kiper.
Ketentuan ahli penjaga gawang adalah lisensi A serta GK Level 3 untuk pembimbing penjaga gawang sebagaimana ketentuan AFC.
"Saat ini, pada Indonesia, baru terdapat satu nama yang memiliki lisensi GK Level 3, yakni Kurnia Sandi. Ini adalah menjadi tantangan tersendiri bagi kami," kata Yusrinal.
Oleh dikarenakan itu divisi khusus itu adalah bentuk komitmen Arema pada memenuhi standar juga meningkatkan kualitas di segala aspek.
"Kami juga berjanji untuk terus mempertahankan apa yang tersebut sudah pernah dicapai serta berupaya meningkatkan kualitas dalam segala aspek, di antaranya pemenuhan lisensi kepelatihan yang dimaksud dipersyaratkan," ujar dia.
Yusrinal menyatakan lolos club licensing merupakan hal penting lantaran berubah menjadi tanda Arema FC tetap klub profesional.
"Alhamdulillah, Arema FC kembali berhasil melintasi tahapan penting, setelahnya tahun kemudian tidaklah lolos. Hal ini adalah buah dari kerja keras lalu evaluasi seluruh elemen," kata Yusrinal.
Artikel ini disadur dari Arema FC bentuk divisi khusus setelah lolos ‘club licensing’






